PULAU SEMANGKI KECIL

PULAU SEMANGKI KECIL
Featured Post Today
print this page
Latest Post

PALAI BADA Oleh-oleh Khas PAINAN


Apa ya,oleh-oleh khas dari Painan?
Seringkali orang bertanya tentang buah tangan dari Kota Painan.Biasanya setiap orang yang datang ke Painan selalu minta dibawahkan ikan teri (Bada,bahasa pesisirnya) karena letak Painan yang ditepi laut.
Ada nggak makanan khasnya? Seperti Dodol kalau di garut sana.Atau seperti Mpek-mpek dari Palembang.Tanya seorang turis dari belanda suatu hari.
Sang guidenya nggak bisa jawab.Kemudian lewat orang jualan ‘PALAI BADA’.Sang turis tanya apa itu? Dia ingin mencicipi.
mmm……. lezat katanya sambil menambah lima buah lagi.Ini dia yang caya cari.(sibule makan palai bada).
Jika anda datang ke Kota Painan.Anda dapat menjadikan Palai Bada ini sebagai oleh-oleh,(yakin hanya painan yang punya).soalnya setiap penulis akan ke Bukittinggi selalu saja ada yang minta dibawakan palai bada ini.
Apa itu palai bada?Makanan apa itu?
Palai Bada adalah sebuah makanan tradisional masyarakat pesisir Selatan atau Painan,terbuat dari campuran ikan teri,kelapa parut,cabe dan bumbu-bumbu lainnya.setelah itu dibungkus dengan daun pisang dan dibakar diatas bara tempurung.Tidak memakai penyedap rasa dan lain-lainnya yang berbau kimia.betul-betul alami.Bagi orang Painan biasanya Palai Bada ini dijadikan sambal sebagai teman makan nasi.
Dimana para wisatawan bisa mendapatkan Palai bada ini?
Sebetulnya orang yang menjual palai bada ini banyak,tapi karena dijualkan dengan cara berpindah(mobile) maka susah juga untuk mencarinya.Tapi yang tetap adalah di Pasar Inpres Painan.Tanya aja sama orang, Mana ‘Palai Bada’ Ibuk Nur.Saya rekomendasikan ini bukan bermaksud untuk iklan,beliau saja tidak kenal dengan saya.Tapi karena Palai Bada beliaulah yang mungkin paling mengena diselera saya.
1 komentar

Bundo Kanduang Dan Mande Rubiah.


Istana Pagarruyung
Ketika kita membaca sejarah Minangkabau,tersebut sebuah kerajaan Pagaruyung yang dipercaya sebagai kerajaan peletak adat suku Minangkabau.
Menilik sejarahnya ada yang hilang dalam perjalanan kerajaan tersebut.Yaitu Raja Minangkabau,Bundo Kanduang raib entah kemana bersama dengan anak dan pengikut-pengikut setianya.Kata sejarah dari tutur orang tua-tua di Pagaruyung Bundo Kanduang mengirap ke Langit,pasca kalah berperang dengan raja Tiang bungkuk dari Tamiang (kira-kira di daerah Sungai penuh).
Mengirap? apakah Bundo Kanduang yang dikenal sakti itu bisa naik kelangit dengan membawa sebahagian besar pengikutnya yang setia?
Aneh memang sejarah Minangkabau ini.
Tapi diselatan ranah Minangkabau ini,tepatnya di Nagari Lunang,Kecamatan Lunang Silaut,Kabupaten Pesisir Selatan (Painan) terdapat sebuah Rumah Gadang (Rumah adat Minagkabau).
Yang didiami oleh seorang perempuan yang dikenal dengan nama Mande Rubiah.Sampai sekarang Rumah Gadang tersebut masih disebut Rumah Gadang Mande Rubiah.
Pada lokasi Rumah Gadang ini dapat kita temui makam-makam kuno,yang menurut keturunan dari Mande Rubiah ini itu adalah makam Bundo Kanduang,Dang Tuangku dan Cindua Mato serta makam-makam pengikut Bundo Kanduang lainnya.
Di Rumah Gadang ini juga dapat ditemui benda-benda pusaka berupa pedang dan keris,dan baju-baju kebesaran raja minangkabau.
Rumah gadang ini juga anehnya.Karena salah satu tonggak di dalam Rumah gadang ini mengeluarkan air,dan ini dipercaya oleh masyarakat sekitar bahkan ada yang datang dari luar,bahwa air tersebut dapat menyembuhkan penyakit.
Disini juga ada telur Garudo (telur besar),telur burung garuda.
Jadi Betulkah Bundo Kanduang Mengirap Kelangit atau pergi kearah Selatan untuk menghindari pengejaran Raja Tiang Bungkuk?
Jika benar Bundo Kanduang pergi keselatan Siapakah yang diturutnya?nantikan selanjutnya.
1 komentar

Mungkinkah Lamang Tapai Oleh-oleh dari Painan?


Lamang Tapai (Foto Forum detik.com)

Judul diatas nampaknya sebuah keraguan atas makanan populer di ranah bundo ini.Jika kita berharap lamang tapai tersebut sebagai buah tangan dari negeri pesisir Selatan ini wajar-wajar saja dan itu mungkin telah dilaksanakan.Tapi mungkinkah menjadi tren pesisir selatan? hal ini diragukan karena hampir seluruh daerah di minangkabau ini ada penjual lamang tapai tersebut.
Kalau kita berkeinginan,mungkin bisa terlaksana dengan diberi identitas berupa nama,seperti sate.Yang terkenal ya sate mak syukur di Padang panjang.
Jadi jika ada penjual Lamang Tapai Di Pesisir Selatan yang kasih nama Lamang Tapainya,munkin suatu saat kelak Lamang Tapai itu akan terkenal dan akan dijadikan buah tangan dari Pesisir selatan.
Jadi kepada amak/one penjual Lamang Tapai hendaknya mulai sekarang memberi nama Lamang Tapainya.Seperti contoh Lamang Tapai Si Upik atau Lamang Tapai One dll.
0 komentar

Pacu Adrenalin di Jeram Batang Tarusan

Aksinya SUDAH pernah berarung jeram? Kalau belum, tidak ada salahnya anda mencoba olahraga ekstrim yang satu ini. Olahraga ini memang lumayan berbahaya, karenanya tidak sedikit orang yang menjadi korban dan menemui ajalnya ditelan keganasan jeram-jeram sungai. Namun kegiatan ini tidak berkurang peminatnya, malah di beberapa daerah, arung jeram menjadi komoditi pariwisata yang menjanjikan. Setiap orang dari anak-anak sampai dewasa dapat mencoba berarung jeram dengan membayar Rp150.000 s/d Rp300.000 dengan lama pengarungan yang dapat dipilih sendiri oleh wisatawan. Tentunya semua resiko dapat diminimalisir dengan menggunakan safety procedure yang benar dan mengikuti arahan dari pemandu profesional.

Olahraga arung jeram pertama kali dikenal di Indonesia pada era 70-an dengan diadakannya Citarum Rally I pada 17 April 1975. Selanjutnya, berbagai club arung jeram bermunculan seperti Kapinis, Arus Liar, Riam Jeram, Sobek, Sumatera Savage, Jeram Alas, Fausta Bogor dsb. Kegiatan ini juga terus merambah ke kampus-kampus melalui aktivitas mahasiswa pecinta alam (Mapala) seperti Mapala UI, Aranyacala Trisakti, Mapala Unand dan hampir di seluruh mapala di Indonesia. Biasanya setiap tahun selalu diadakan kejuaraan arung jeram tingkat nasional atau daerah yang semakin menyuburkan perkembangan kegiatan yang diwadahi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) ini. Arung Jeram menjadi salah satu olahraga prestasi yang memunculkan atlet-atlet profesional dan siap bertanding ke ajang internasional.
Sumatera Barat, sebagai salah satu provinsi yang dianugerahi Tuhan dengan kekayaan dan keindahan alam yang melimpah memiliki banyak lokasi wisata petualangan. Termasuk di dalamnya yaitu sungai-sungai yang layak untuk berarung jeram dengan berbagai variasi tingkat kesulitan. Sebut saja, Batang Tarusan, Batang Bayang, Batang Sinamar, Batang Kuantan, Batang Sangir dan masih banyak lagi sungai yang belum terekspose. Sayangnya, perkembangan arung jeram di daerah ini masih sangat lamban dikarenakan kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah untuk mengembangkan potensi wisata petualangan yang satu ini. Padahal arung jeram dapat mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara seperti halnya kegiatan surfing (selancar) di Kepulauan Mentawai yang terkenal ke seluruh dunia.
Selain itu kesan berbahaya dan biaya mahal yang melekat pada kegiatan ini juga menyebabkan kurang tersosialisasinya aktivitas ini. Upaya untuk memajukan kegiatan ini haruslah melibatkan semua elemen masyarakat dan pemerintah agar dapat bermanfaat bagi daerah.
Batang Tarusan, Menyajikan Petualangan Tiada Henti
Hajar cui..Bagi anda yang berasal dari daerah Pesisir, tentunya akrab dengan Batang Tarusan. Sungai ini terlihat jelas dari jalan lintas Padang – Painan yang berhulu dari Danau Diatas dan memiliki debit air yang relatif stabil meskipun dimusim kemarau. Sungai yang termasuk wilayah Kabupaten Pesisir Selatan ini sangat layak diarungi dengan tingkat kesulitan menengah (grade 2+ sampai 3). Di musim penghujan, tingkat kesulitannya akan bertambah, mencapai grade 4+. Perjalanan menuju titik start pengarungan dapat ditempuh selama 1,5 – 2 jam dari Kota Padang dengan ongkos Rp8.000. Transportasi yang lancar merupakan salah satu faktor pendukung untuk mengembangkan Batang Tarusan sebagai objek wisata petualangan.
Pengarungan biasa dimulai dari desa Taratak tepatnya dari depan SDN 45 Taratak yang terletak lebih kurang 20 menit dari jalan lintas dengan lama pengarungan 2 – 3 jam. Bagi yang telah berpengalaman, dapat memulai pengarungan dari daerah hulu lagi tentunya dengan jeram-jeram yang lebih menantang dan kemiringan yang lebih ekstrim. Karakter sungai daerah hulu yang sempit juga menambah cepatnya arus sungai dan menghadirkan jeram-jeram besar dan turunan (drop) yang dapat menyebabkan perahu terbalik apabila telat bermanuver. Adrenalin anda akan dipacu habis-habisan pada saat melewati jeram-jeram Batang Tarusan. Sepanjang pengarungan, anda akan disuguhi pemandangan indah khas perbukitan yang terasa asri dan cukup terjaga kelestariannya. Hijaunya alam dipadukan dengan jernihnya air sungai serta ganasnya jeram tentunya akan memberikan kenikmatan tersendiri bagi anda yang menyukai kegiatan petualangan.
Tak jarang pengarung jeram (rafter) beristirahat di tengah pengarungan untuk menikmati kebesaran Tuhan ini. Anda juga akan melintasi daerah persawahan penduduk yang juga memberikan suasana khas pedesaan ditambah keramahan penduduk yang membuat anda semakin betah dan ingin kembali berarung jeram di sini. Tentunya anda juga harus tetap berkonsentrasi melaksanakan perintah kapten pada saat melewati jeram-jeram tertentu yang rentan untuk membalikkan perahu. Keahlian kapten dalam memberikan aba-aba dan membaca jalur sangat diperlukan demi keamanan dan keselamatan pengarungan. Anda juga harus melengkapi diri dengan perlengkapan standar pengarungan seperti helm, pelampung, paddle (dayung) dan pakaian yang tidak mengganggu pergerakan agar dapat mengurangi risiko apabila terjadi trouble.
Pemahaman tentang keselamatan diri pribadi dan tim juga harus dimiliki oleh semua anggota tim pengarungan. Contohnya saja apabila anda terlempar, anda harus tahu bahwa hanyut di jeram tidak sama dengan hanyut di sungai berarus tenang. Posisi badan harus menghadap ke atas (terlentang) dengan kaki yang mengarah ke hilir sungai bersiap untuk menghadapi rintangan yang mungkin ada di depan. Kondisi air yang deras menyebabkan kemampuan berenang tidak berpengaruh pada saat kita hanyut di jeram. Kita baru akan bisa menepi pada saat arus sudah tenang atau bila diselamatkan oleh rekan dengan menggunakan tali lempar (throw bag). Karenanya, kita juga harus mengetahui bagaimana cara menyelamatkan korban yang hanyut serta memberikan pertolongan pertama apabila rekan mendapatkan cedera. Setelah lebih kurang 2 jam pengarungan dengan jeram yang terus menerus menghajar dan menguras tenaga, anda akan memasuki jeram terakhir yaitu jeram Goodbye. Dinamakan Goodbye, karena setelah ini anda akan memasuki finish. Setelah finish, arus sungai sudah berubah menjadi tenang sehingga tidak bisa lagi untuk berarung jeram.
Namun seperti namanya, jeram ini benar-benar melengkapi kepuasan anda berarung jeram di Batang Tarusan. Siraman air dijamin akan membuat anda basah kuyup dan tenaga terakhir harus dikeluarkan semaksimal mungkin agar perahu tidak terbalik. Batu besar yang menghadang membuat anda harus bermanuver ke kanan agar tidak menabrak batu ini. Terlambat sedetik saja, perahu akan menabrak dan terbalik atau tersangkut (wrap) dan sulit untuk dilepaskan. Biasanya, para penggiat arung jeram memilih untuk berkemah di finish atau di beberapa lokasi di tepian sungai yang bisa dijadikan camping ground. Dengan bermalam, anda akan dapat mengulangi kegiatan ini berkali-kali sampai bosan. Namun sebenarnya tidak ada kata-kata bosan dalam berarung jeram.
Karena ketika anda mengarungi sungai yang sama, pada setiap pengarungan selalu terjadi variasi tantangan dan pengalaman baru. Di samping itu, bagi yang memiliki hobi memancing, dapat menyalurkan hobinya di sela-sela waktu istirahat pengarungan karena terdapat beberapa lubuk yang biasa dijadikan tempat memancing oleh masyarakat setempat. Jadi sangatlah layak kalau Batang Tarusan dijadikan tujuan wisata anda selanjutnya. Jika anda termasuk orang yang sibuk, waktu akhir pekan dapat dimanfaatkan untuk sedikit menyegarkan otak anda setelah seminggu penuh disibukkan dengan rutinitas. Takut merasa terisolir? jangan khawatir, saat ini sinyal telpon genggam (handphone) bisa ditangkap dengan jelas dan bersih di daerah ini.
Kalau saja pemerintah daerah mau mengembangkan potensi wisata arung jeram di daerah ini, maka Batang Tarusan dapat menjadi salah satu objek wisata alternatif di Sumatera Barat. Penduduk setempat, khususnya yang berada di sepanjang aliran Batang Tarusan tentunya dapat memanfaatkan kedatangan wisatawan. Untuk membantu perekonomian misalnya saja dengan menjual suvenir khas daerah berupa kerajinan tangan yang banyak terdapat di sini. Kita tunggu saja tindakan pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi Batang Tarusan. (Ahmad Medapri H, Kepala Badiklat Mapala Unand)
copy by mapalaunand.com
0 komentar

Pantai Ujung Tanjung


Pantai Ujung Tanjung Di Muaro Sakai Kab.Pesisir Selatan

Pantai yang terletak di nagari Muaro Sakai ini sudah sangat terkenal oleh para pecinta batu akik (batu cincin).Karena batu akik yang di asah atau diolah di Kabupaten Pesisir Selatan atau Sumatera Barat umumnya berasal dari pantai ujung tanjung ini.
Dahulu sebelum dibukanya perkebunan kelapa sawit oleh PT Incasi Raya lokasi Pantai Ujung Tanjung ini merupakan kawasan hutan rawa yang lebat,yang tidak berpenghuni.Hampir semua orang disekitar Muaro sakai dan Inderapura mengatakan kalau pantai Ujung Tanjung ini angker.Karena nelayan sekitar Air haji dan Muaro sakai sering melihat cahaya lampu bak sebuah kapal besar atau api ungun yang besar di pantai ujung tanjung ini.Tetapi ketika di dekati Lampu-lampu yang menyerupai lampu kapal besar dan apiunggun yang ada di pantai ini tidak ada,hilang begitu saja.

Menurut cerita orang tua-tua di sekitar Muaro sakai dan Air haji,konon kabarnya di Pantai Ujung tanjung ini dahulunya berdiri sebuah istana,istana Gando Layu namanya yaitu tempat berdiamnya isteri Sultan Zatullahsyah,raja dari kerajaan Inderapura.Dari cerita turun temurun Istana Gando Layu ini pernah dipakai oleh Bundo Kanduang (Mande Rubiah) untuk mengamankan atau menyembunyikan Puti Bungsu (Puti kemala Sani) isteri Dang Tuangku dari kejaran raja Tiang Bungkuk.

Sampai sekarang legenda itu masih ada di masyarakat Muaro Sakai dan Inderapura.Tidak jarang jika kita akan pergi ke Pantai Ujung tanjung berpapasan dengan orang tua-tua di sekitar sini mereka itu akan mengingatkan kita untuk berhati-hati dan berpesan jika kita sampai di pantai ujung tanjung ini bertemu dengan hujan panas disarankan sebaiknya pulang saja.Kalau di teruskan juga kemungkinan kita akan menjumpai sesuatu yang aneh-aneh seperti melihat kerbau besar yang liar (kata orang sekitar itu kerbau jalang atau si binuang) atau pemandangan aneh lainnya.Kata orang tua-tua tersebut jika kita menampak itu,tak lama setelah itu kita akan sakit.Begitulah nasehat orang tua di muaro sakai yang saya temui di perjalanan ketika saya akan mencari batu akik ke pantai Ujung Tanjung ini.

Lokasi pantai Ujung tanjung ini dapat dicapai dengan kenderaan roda dua atau roda empat,Dari Padang anda menuju Painan terus ke Inderapura.Sesampai di Inderapura belok ke kanan arah ke Muaro sakai.Setiba di simpang Pasing Ganting anda lurus saja.Sampai bertemu Sungai Muaro sakai,disini anda menyeberang dengan naik ponton yang disediakan gratis untuk penduduk sekitar oleh Pt.Incasi raya.Setelah itu anda terus memasuki kawasan perkebunan sawit Pt.Incasi raya,sesampai di Kantor Pt.Incasi raya bertanyalah arah jalan ke Pantai ujung tanjung,anda pasti akan di tunjukkan.Dari sini Pantai Ujung tanjung sudah tidak jauh lagi.

Nah,kepingin tahu indahnya Pantai penghasil batu akik di Pesisir selatan,yang sampai sekarang masih dianggap angker oleh warga setempat.Berkunjunglah ke Pantai bekas istana Gando Layu ini yang sunyi ini,baik itu untuk berwisata atau untuk mencari batu akik,siapa tahu secara tidak sengaja anda menemukan batu delima.Karena di Pantai ujung Tanjung ini tersimpan batu mulia yang banyak di buru oleh orang tersebut.

 
2 komentar

Indahnya Air Terjun Sungai Liku


Air Terjun Sungai Liku Balai Selasa

Air terjun ini terletak di kampung Sungai Liku kenagarian Palangai BalaiSelasa Kecamatan Ranah Pesisir kabupaten Pesisir Selatan.
Air terjun yang sangat indah ini berasal dari sebuah telaga yang terdapat diatasnya.
Air terjun yang terdapat di daerah perbukitan didalam areal TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) ini sangat indah penuh ketenangan dan berair sangat sejuk
Hal ini dikarenakan oleh hutan disekelingnya masih asli .
Disini masih dapat dijumpai beberapa jenis burung yang di sudah mulai langkah di temui di tempat lain seperti Burung tempua,murai batu,balam,punai dan barabah.
Kalau hoki lagi bagus di tempat ini juga bisa dijumpai Burung Kuau yang telah dilindungi atau babi hutan yang lagi bermain di alam bebas.
Selain itu ditempat ini anda juga dapat mendengar suara siamang dari kejauhan
Di air terjun sungai liku yang masih perawan ini juga dapat dijumpai binatang mamalia sejenis kera yang berbulu merah yang dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama simpai.
Menurut Darmawan,S.Ag salah seorang toko masyarakat di kampung Sungai liku ini.Masyarakat Sungai Liku akan bergotong royong bahu membahu untuk membuka akses jalan ke air terjun yang indah ini.
Walau masih dengan jalan setapak saja objek wisata air terjun sungai liku ini sudah ramai juga dikunjungi orang apalagi jika akses jalannya sudah ada tukuknya.
Untuk mencapai lokasi air terjun ini dari Padang anda menuju ke Painan terus ke Balai Selasa,sebelum memasuki Balai Selasa ada simpang Sungai Liku,anda belok kiri sesampai di dekat mesjit Sungai Liku anda dapat bertanya ke Masyarakat.Biasanya Pak Darmawan selalu ada disekitar sini.
0 komentar

Jembatan Akar Bayang

) Objek wisata ini terletak kurang lebih 88km ke arah Selatan dari kota Padang. Kira-kira +/- 5km sebelum Painan dari perjalanan Padang - Teluk Bayur - Painan, Kec. Bayang, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat, anda akan bertemu dengan pertigaan jalan menuju Jembatan Akar. Anda belok kiri di sini, dan mengikuti jalan kecil sepanjang +/- 18 km yang nantinya akan anda temukan sebuah sungai dengan lebar sekitar 30-35m yang bening, berarus deras namun amat menyejukkan di selingi dengan batu2 besar. Diatas sungai inilah membentang sebuah jembatan yang terkenal sebagai salah satu objek wisata andalan Sumatera Barat, yang dinamai oleh penduduk setempat dengan nama Jambatan Aka (Jembatan Akar). Sesuai dengan namanya, jembatan ini terbuat dari akar-akar (aka) dua pohon yang berseberangan. Panjang jembatan sekitar 30 meter, lebar lantai satu meter, dan tinggi dinding pengaman kurang lebih satu meter. Ketinggiannya dari dasar sungai sekitar enam meter.

Aneh bin ajaib, jembatan yang menghubungkan Desa Pulut-pulut dengan Desa Lubuak Silau ini tercipta bukan oleh teknologi mutakhir, tetapi oleh kepanjangakalan manusia dan proses alami. Kini umur Jembatan Akar itu lebih 90 tahun.

Menurut keterangan yang dihimpun Kompas, Jembatan Akar itu dirancang oleh Pakiah Sokan alias Angku Ketek bersama masyarakat Desa Pulut-pulut, tempat jembatan ini berada. Di Pesisirselatan, Pakiah Sokan adalah seorang yang berilmu tinggi dan sering memberikan pengajian. Terbit ide untuk membuat Jembatan Akar, setelah titian bambu yang biasa digunakan masyarakat, sering hancur dan diseret air bah bila Sungai Batang Bayang meluap. Bagi Pakiah Sokan, yang tiap harinya memberikan pengajian ke desa seberang (Lubuak Silau), meski jembatan tidak ada, aktivitas tetap bisa dijalankan. Karena dengan segala kepandaiannya, ia bisa berjalan di atas air.

Namun, bagi masyarakat awam hal ini tentu masalah. Terputusnya hubungan dua desa karena tiadanya jembatan. Suatu kali terpikir oleh Pakiah Sokan untuk menanam pohon beringin dan pohon asam kumbang, tak jauh dari titian bambu.

Waktu terus berjalan, dari hari ke bulan, dan ke tahun serta seterusnya. Pohon beringin dan asam kumbang yang ditanam di masing-masing di pangkal titian bambu terus tumbuh dan berkembang. Akar-akarnya yang tak membumi karena tertahan bebatuan. Akar-akar itu bergelantungan, dimasukkan dan dililitkan pada titian bambu tadi.

Tahun demi tahun akar-akar kedua pohon itu terus tumbuh dan berkembang, menjadi panjang, besar, dan lebat. "Lima belas tahun kemudian atau tahun 1916 silam, lilitan-lilitan akar sudah tercipta bagaikan jembatan. Jembatan ini punya pantai dan dinding pengaman yang semakin baik dan kukuh," cerita seorang tetua di Desa Pulut-pulut.

Sekarang, Jembatan Akar yang panjangnya sekitar 30 meter itu semakin kukuh dan kuat. Lantai dan dinding jembatan dipenuhi akar-akar yang rapat dan menyatu kuat, sebesar paha dan pangkal lengan orang dewasa. Jembatan itu tidak mudah goyah, bahkan sekalipun dilewati lima orang.

"Namun untuk pengamanan, agar Jembatan Akar itu tidak putus, kini dipasang tali penyangga yang terbuat dari baja. Dalam waktu dekat, lalu lintas masyarakat membawa hasil bumi yang selama ini memanfaatkan Jembatan Akar akan dialihkan ke jembatan gantung yang akan dibangun tidak jauh dari lokasi Jembatan Akar. Sedang keberadaan Jembakar Akar khusus untuk wisatawan," ungkap Bupati Darizal Basir.

Secara terpisah, Kakanwil Depparpostel Sumbar, Drs Rusjdi, mengatakan, sebagai obyek wisata andalan Sumbar, prasarana dan sarana di Jembatan Akar terus dibenahi. "Fasilitas umum di sekitar lokasi sudah hampir lengkap, antara lain mushala, toilet, tempat parkir dan pelindung," tuturnya. Tahap selanjutnya akan dibangun restoran, cottage, kedai cenderamata, dan warung telepon.

Yang terasa kurang saat ini, barangkali hanyalah fasilitas untuk ganti pakaian karena toilet yang ada tidak memadai untuk itu. Wisatawan biasanya mandi di Batang Bayang, sekitar jembatan akar tersebut. Konon kabarnya, mereka yang mandi di sini bisa awet muda.

Penulis : Koerga
Fotografer : Koerga
Sumber : navigasi.net
Lokasi : Kec. Bayang, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat
0 komentar

Putihnya Pantai Teluk Kasai


Pantai berpasir putih dan berombak tenang ini namanya memang sudah sanagat dikenal di sumatera barat,namun kebanyakan orang hanya kenal nama,tanpa tahu dimana letaknya.
Pantai teluk kasai ini terletak di kampung Teluk Kasai kenagarian IV koto Hilir Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan.
Pantai indah berpasir putih ini sangat cocok unutk bermain air,pantainya yang bersih dan berombak kecil ini merupakan keindahan alam tersendidir yang tidak ada duanya.
Jika cuaca cerah memandang sunset yang akan tengelam sangat bagus di pantai ini karena dari pantai ini pemandangan lepas kelaut sampai batas cakrawala.Jadi sunset akan terlihat sangat jelas dari pantai Teluk Kasai ini.
Pada masa hidupnya raja Jogjakarta Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX,setiap ada kunjungannya ke Sumatera Barat,beliau selalu menyempatkan diri untuk pergi mandi air laut ke Teluk Kasai ini,entah karena apa?mungkin pantai yang indah ini punya kenangan tersendiri bagi beliau?.
Di Pantai Teluk Kasai ini juga terdapat sebuah bukit batu yang oleh penduduk sekitar disebut Gunung Gadang (gunung besar) jika kita lihat ukuran besarnya bukit tersebut rasanya tidak lah pantas itu disebut sebuah gunung apalagi besarnya yang tidak seberapa.
Tapi menurut penduduk sekitar di bukit batu itu menyimpan harta karun,pada bukit batu itu terdapat sarang burung wallet yang dihuni oleh ribuan burung wallet,sampai sekarang belum seorangpun yang mampu untuk mengambilnya.Berbagai mitos beredar dimasyarakat tentang bukit batu itu ,ada yang mengatakan sarang burung wallet itu baru dapat di panen jika seseorang mampu menyediakan tumbal untuk penunggu bukit batu tersebut.Tidak sedikit pula orang pintar yang ingin menjajal keangkeran bukit batu (gunung gadang) tersebut.konon menurut peduduk sekitar ada yang datang dari Aceh,Jawa dan bahkan dari Bugis Makassar.Akan tetapi sampai saat sekarang harta karun yang berupa sarang burung wallet itu belum juga terangkat keluar.
Akan tetapi cerita tentang bukit batu itu makin melambungkan nama Teluk Kasai ke seluruh nusantara,akan tetapi cerita tentang adanya gua di bukit batu itu entah iya entah tidak,karena sampai saat sekarang orang sekitar Teluk Kasai tidak pernah menemukan dimana pintunya.
Nah jika anda ingin berpergian untuk menikmati kenindahan pantai Teluk Kasai,anda dapat capai dengan kenderaan roda dua atau roda empat.
Jika anda dari Padang,anda tuju kota Painan terus ke Batang Kapas,sesampai di Pasar lama Batang Kapas anda belok kanan(ada Papan Nama SMU Batang Kapas) menuju kampong anakan,sesampai dekat SMU Batang Kapas anda belok kanan terus menuju Kampung Teluk Kasai,dari sini sekitar tiga kilometer lagi anda akan sampai di kampong teluk Kasai.
Nah,selamat berwisata ke Pantai Teluk Kasai.
0 komentar

Indahnya Panorama Bukit Pulai




Jika anda bepergian melalui jalan darat dari arah Painan menuju Batang Kapas,anda akan melewati sebuah bukit yang jalannya banyak berkelok-kelok dan mendaki,itulah Bukit Pulai.

Disamping jalannya mendaki dan berkelok-kelok yang banyak ditakuti oleh sopir-sopir yang belum terbiasa melewatinya,bukit Pulai ini juga memiliki panorama alam yang indah.
Dari Bukit Pulai ini kita dapat memandang keindahan samudera Indonesia,keindahan pantai Teluk Betung dan Sungai Nipah,dari pinggir jalan kita bebas memandang perahu-perahu nelayan yang tertambat di pinggir pantai Kampung Teluk Betung.

Dari Bukit Pulai ini juga dapat disaksikan indahnya pemandangan matahari yang akan terbenam di batas cakrawala.Rona jingga mentari yang akan tenggelam itu semakin indah dilihat dari ketinggian Bukit Pulai ini.
Di Bukit Pulai ini jika anda ingin beristirahat dalam perjalanan telah ada beberapa buah kedai yang menawarkan pemandangan yang indah kearah kampung Teluk Betung.Anda dapat menikmati keindahan alam laut Teluk Betung sambil menyantap makananan yang anda pesan.

Nah,sekarang jika anda bepergian ke Kabupaten Pesisir Selatan,yang kebetulan melewati Bukit Pulai tidak ada salahnya anda juga menikmati keindahan panoramanya.
1 komentar

Melepas Penat Di Rest Area Selayang Pandang.



Jalan lintas barat pulau sumatera yang melintasi kabupaten pesisir selatan memang agak terasa membosankankan karena jalannya yang memanjang lebih kurang 200 km,jika anda berkebetulan melintasi jalur lintas barat pulau sumatera ini dari Bengkulu ke Padang atau sebaliknya anda dapat melepaskan penat perjalanan pada salah satu rest area yang ada di sepanjang perjalanan,yaitu rest area yang terletak di bukit Selayang Pandang,Desa Karang Pauh Kecamatan Bayang.
Panorama alam di rest area ini sangat bagus,pemandangan laut luas yang dihiasi beberapa pulau kecil yang disertai hembusan angin laut yang sejuk merupakan sebuah tempat sangat cocok untuk beristirahat.

Pada rest area bukit selayang pandang ini juga ada beberapa orang pedagang makanan yang menjual berbagai macam makanan.yang dapat anda nikmati sambil melepas lelah.
Disini telah tersedia tempat-tempat duduk yang dibagun secara permanen yang diperuntuknan bagi pengendara yang singgah untuk beristirahat.
Dari rest area bukit selayang pandang ini anda dapat melihat denag jelas pulau –pulau yang ada di sekitar perairan Painan,diantaranya Pulau Semangki,pulau babi,pulau aur dan pulau cingkuk
Tak itu saja,pada sore hari dari tempat akan terlihat jelas matahari akan tenggelam,rona jingga keemasan yang memantul di permukaan laut merupakan pemandangan tersendiri di rest area bukit selayang pandang ini.
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KOTA PAINAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger